29 Desember 2008

Produsen Pupuk Bersaing Sehat

PALEMBANG (SINDO) – Besarnya kebutuhan pupuk organik membuat produsen pupuk berlomba membangun pabrik pupuk organik di berbagai daerah. Meski tidak ada pengaturan khusus, PT Pusri selaku holding BUMN produsen pupuk yakin tidak akan terjadi benturan sebagai dampak dari bebasnya kerja sama yang dijalin perusahaan dan pemda atau swasta dalam pembangunan pabrik tersebut.

Direktur Utama PT Pusri Dadang Heru Kodri mengatakan, sebagai implementasi program Go Organic 2010, semua produsen pupuk sedang bergiat membangun pabrik pupuk organik karena permintaan produk pertanian organik meningkat sangat tajam. Dadang menjamin tidak akan ada benturan kepentingan antara sesama produsen pupuk dalam pembangunan pabrik pupuk organik. “Ruangan untuk pemasaran pupuk organik ini masih sangat besar. Bayangkan, kebutuhan lebih dari 17 juta ton dan produksi dari pabrik yang telah beroperasi baru sekitar 300.000 ton,” ujarnya kepada SINDO kemarin.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan menempuh berbagai cara untuk merangsang pembangunan pabrik pupuk organik di berbagai daerah yang menjadi sentra pertanian dan perkebunan.

Direktur Produksi PT Pusri Indra Jaya menambahkan, selain mendukung program Departemen Pertanian, yaitu pemakaian pupuk berimbang, pembangunan pabrik pupuk organik ini juga sebagai solusi mengatasi melimpahnya bahan baku sampah organik di masyarakat. Investasi pembangunan pabrik pupuk organik tidaklah terlalu mahal. Untuk mesinnya sendiri dana yang dihabiskan hanya sekitar Rp 700 juta. “Secara total, satu pabrik memerlukan biaya investasi antara Rp 2,8–Rp 3 miliar. Jumlah itu tidak terlalu besar jika dibandingkan manfaat dan potensi kebutuhannya yang masih sangat besar,” tandasnya. (iwan setiawan)


Tidak ada komentar: