11 Juni 2013

Jangan Termakan Rayuan Calo Perpanjang STNK

Meski habis 16 Juni nanti, tapi aku memilih membayar PKB tahun ini lebih cepat. Pasalnya tanggal 15 Juni aku dah mesti terbang ke Solo untuk menghadiri acara pernikahan sepupuku. Jadilah pajak Blekvi kubayarkan hari ini.

Melihat Samsat Palembang di Jalan POM IX Kampus Palembang yang begitu ramai, aku bangga sekaligus miris. Bangga karena ternyata masyarakat pemilik kendaraan bermotor entah itu mobil atau motor sadar akan kewajibannya membayar pajak. Namun di sisi lain aku merasa miris. Penyebabnya, masyarakat yang hendak menyetorkan sejumlah uang kewajibannya tidak mendapat pelayanan semestinya. Mereka antri sambil berdiri, menunggu berjam-jam, bahkan yang paling bikin kesel adalah CALO.

Ada apa dengan calo? Ya, meski polisi menggembar-gemborkan Samsat bebas praktik percaloan, namun ternyata masih ada (bahkan banyak) calo yang mencari mangsa. Belasan pemuda menawarkan bantuan bagi orang yang kelihatan bingung ketika hendak mengurus perpanjangan pajak. Tidak jarang banyak yang "terjebak" rayuan calo tersebut. Memang mereka para calo tidak mematok tarif bantuan yang mereka berikan. Akan tetapi kisarannya diantara Rp 25.000 hingga Rp 100.000.

Bagi mereka yang benar-benar bingung karena baru pertama kali mengurus perpanjangan pajak pastinya akan bersedia menerima tawaran calo. Tapi bagi yang sudah biasa mengurus sendiri, maka tawaran itu hanya akan dijawab terima kasih.

Sebenernya mengurus perpanjangan PKB tidak terlalu rumit dan hanya perlu sabar. Tidak lebih dari 1 jam mudah-mudahan proses PKB anda selesai dan percayalah, mengurus perpanjangan PKB secara langsung dengan tangan anda sendiri memberikan kepuasan tersendiri.

Adapun syarat yang diperlukan untuk mengurus perpanjangan PKB satu tahun :
1 lembar fotokopi BPKB motor/mobil yang akan diurus PKB
1 lembar fotokopi STNK motor/mobil yang akan diurus PKB
1 lembar fotokopi KTP pemilik motor/mobil yang akan diurus PKB
KTP asli pemilik motor/mobil yang akan diurus PKB (hanya untuk diperlihatkan)
STNK asli motor/mobil yang akan diurus PKB
map logo Satlantas (beli di koperasi Samsat Rp 1000)

Setelah semua syarat sudah dipenuhi melangkahlah ke bagian formulir di counter 1. Minta formulir perpanjangan PKB. Kemudian isi data sesuai yang tertera di BPKB dan STNK plus tanda tangan. Kalau sudah serahkan ke bagian pendaftaran di counter 2 atau 3. Cari tempat duduk sembari menunggu berkas diverifikasi petugas. Tunggu nama anda dipanggil oleh kasir counter dimana anda menyerahkan berkas perpanjangan PKB. Fokus dan dengarkan dengan seksama panggilan dari kasir tersebut. Sebab kalau terlewat maka berkas anda akan berada di bagian bawah dan itu artinya tambah waktu menunggu. Rata-rata waktu menunggu dari berkas diserahkan sampai dipanggil antara 30-45 menit.

Setelah dipanggil kasir maka setorkan sejumlah uang sesuai yang tertera di struk PKB anda. Kemudian kembali anda harus menunggu sampai petugas memanggil anda kembali untuk menyerahkan STNK dan struk PKB baru satu tahun ke depan. 

Jadi....kalau anda bisa sendiri kenapa mesti gunakan jasa calo....

03 September 2012

DIRAYU KLUB KAYA

PALEMBANG – Gelombang eksodus pemain Sriwijaya FC (SFC) tampaknya belum akan berhenti. Setelah empat pilar hengkang ke Persib Bandung, kini giliran sang ikon Ferry Rotinsulu dikabarkan tengah dirayu klub kaya asal Kalimantan, Mitra Kukar.

Meski belum ada konfirmasi resmi baik dari manajemen maupun sang pemain sendiri, kabar tersebut santer beredar dari komunitas suporter dan jajaran pengurus SFC. Bahkan, saat coba dihubungi wartawan, tidak ada satu pun pengurus bersedia mengklarifikasi kabar tersebut. “Kabar itu belum ketahuan benar atau tidaknya. Jadi, apa yang mau ditanggapi,” ucap Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri Hendri Zainuddin, kemarin.

Meski begitu, Hendri menyampaikan, Ferry merupakan pemain yang mendapatkan rekomendasi Pelatih SFC Kas Hartadi untuk dipertahankan. Karena itu, dalam waktu dekat pemain bernomor punggung 12 itu akan segera disodori kontrak baru. Selain kemampuannya masih di level atas, pemain kelahiran Palu, 29 tahun lalu, itu merupakan ikon SFC. Ferry merupakan satu-satunya pemain tersisa ketika Persijatim Solo FC di-take over Pemprov Sumatera Selatan pada 2005. “Manajemen berusaha maksimal mempertahankan Ferry karena memang kemampuannya masih dibutuhkan untuk mengawal gawang SFC. Mudah-mudahan Ferry juga bersedia tetap membela SFC musim depan dan selanjutnya,” tutur Hendri.

Hendri menyatakan, pada masa transfer pemain saat ini sah-sah saja sebuah klub menyatakan ketertarikan kepada pemain dari klub lain. Sebab, SFC juga melakukan hal yang sama, yaitu mendekati pemain dari klub lain untuk mengisi skuad yang ditinggalkan pemain lama. Kendati demikian, proses transfer pemain tersebut haruslah sesuai prosedur sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan. “Tidak ada masalah kok kalau transfer pemain itu sesuai prosedur. Sebab, kami juga tidak akan menghalang-halangi pemain yang ingin pindah ke klub lain,” tandas Hendri.
 
Kabar ketertarikan klub lain terhadap kiper timnas Indonesia itu sebenarnya bukan barang baru. Beberapa waktu lalu, Ferry juga santer dikabarkan segera berlabuh ke Persib Bandung. Namun, keputusannya bertahan di SFC berbuah manis dengan direngkuhnya Piala Indonesia ketiga kalinya pada 2010. Bahkan, saat terjadi eksodus pemain setelah Coach Rahmad ’RD’ Darmawan hengkang ke Persija Jakarta, Ferry tetap setia berkostum Laskar Wong Kito. Hasilnya, gelar juara ISL musim lalu melengkapi perolehan Tropi Liga Indonesia (2007/2008), Piala Indonesia (2007/2008,2008/2009,2010), Indonesia Inter Island Cup (2010),dan Indonesia Community Shield (2010) yang dicapainya bersama SFC.

Masihkah Ferry akan bertahan demi mewujudkan rekor meraih gelar lain bersama SFC? Itu pertanyaan yang sulit dijawab. Apalagi jika klub peminat sudah mengiming-imingi si pemain dengan gaji berlimpah.
 
Sebelumnya, trio SFC, yakni Firman Utina, Muhammad Ridwan, dan Supardi sukses dibajak Persib Bandung. Trio Sriwijaya FC tersebut bersedia ke Bandung setelah menyepakati kontrak yang ditawarkan manajemen Persib. Mulai Sabtu (1/9), ketiganya telah habis masa kontrak dengan Laskar Wong Kito. Kesepakatan yang dicapai Persib tersebut makin melengkapi skuad Persib yang diperkuat mantan pemain SFC. Sebelumnya, bek asal Australia Michael Jamie Coyne juga diboyong klub berjuluk Maung Bandung itu setelah tak diperpanjang masa kontraknya dengan SFC. “Keempat pemain ini telah habis masa kontraknya pada 1 September dengan SFC. Mereka sudah deal akan ke Persib. Mereka masih ada sedikit urusan dengan klub lamanya,” ungkap Pelatih Persib Djadjang Nurdjaman. ● iwan setiawan

SFC Siap Tampung Zulkifli Syukur

PALEMBANG – Setelah kehilangan Supardi Nasir yang hengkang ke Persib Bandung, Sriwijaya FC (SFC) langsung mendekati pemain yang tidak dipertahankan Persib, Zulkifli Syukur.
 
Keputusan pelatih dan manajemen Maung Bandung––julukan Persib––mendepak Zulkifli sebenarnya cukup mengejutkan. Pasalnya, penampilan pemain berusia 28 tahun itu cukup baik mengawal sektor kanan lini belakang Persib. Bahkan, si pemain sendiri pun mengaku terkejut. “Sampai sebelum Lebaran, saya masih komunikasi dengan manajer, Pak Umuh Muchtar. Namun, tadi saya baru ditelepon lagi oleh Pak Umuh, mungkin beliau meneruskan pesan dari pelatih bahwa tidak merekomendasikan saya di Persib untuk musim depan. Ya, percuma kalau saya tidak ada dalam skema pelatih, lebih baik saya mundur,” ucap Zul, sapaannya, Sabtu (1/9) malam, dilansir simamaung.com.
 
Zulkifli mengaku sudah mendapat tawaran dari setidaknya tiga klub ISL. Meski begitu, dia belum bersedia membeberkan ke mana tujuannya selepas dari Persib. “Pasti sekarang saya mencari klub baru. Sudah banyak tawaran, Alhamdulillah ada tiga dari klub ISL. Selama ini saya belum kasih harapan apa-apa sama klub-klub itu sebelum ada kejelasan dari Persib. Sekarang sudah lega karena sudah ada kepastian. Tapi maaf, saya belum bisa menyampaikan mau ke klub mana,” tuturnya.
 
Selain Zulkifli, Persib memang sudah dipastikan tidak mempertahankan Budiawan, Wildansyah, Jendry Pitoy, Aliyudin, M Nasuha, dan M Ilham. Empat legiun asing Marcio Souza, Noh Alam Shah, Miljan Radovic, dan Robbie Gaspar juga masuk barisan didepak. Manajer Persib Umuh Muchtar tak menampik jika Zulkifli, M Ilham, Aliyudin, dan M Nasuha sudah tak masuk rencana yang disodorkan Pelatih Djadjang Nurdjaman kepada manajemen. “Selain Zulkifli, Nasuha, Ilham, dan Aliyudin juga tidak masuk tim. Semua keputusan ada di tangan pelatih kepala. Manajemen hanya melanjutkan apa yang diinginkan pelatih,” papar Umuh.
 
Kondisi Zulkifli yang free agent tidak disia-siakan Laskar Wong Kito. Zulkifli pun langsung dikontak dan ditawari bergabung ke juara Indonesia Super League (ISL) musim lalu itu. Tidak tanggung-tanggung, Zulkifli pun diproyeksi masuk skuad inti mengawal lini belakang SFC. “Begitu mendapat kabar Zulkifli dilepas Persib, saya langsung kontak dia. Namun, dia butuh waktu untuk mempertimbangkan tawaran dari SFC. Meski begitu, sinyal dia menerima tawaran SFC cukup bagus,” ujar Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainuddin.
 
Menurut Hendri, secara kualitas, Zulkifli tidak kalah dari Supardi. Bahkan, pemain yang turut membawa Arema Indonesia juara ISL 2009/2010 itu merupakan salah satu bek sayap kanan terbaik di Tanah Air sehingga dipastikan kepergian Supardi akan ditutupi dengan kehadiran Zulkifli. “Manajemen akan berupaya maksimal mendaratkan Zulkifli. Dengan begitu, kekuatan yang hilang bisa digantikan dengan yang sepadan bahkan lebih baik. Sebab, selain langganan timnas, Zulkifli juga pernah membela klub besar seperti Arema dan Persib dan menjadi langganan starter di sana. Jadi soal pengalaman tidak diragukan lagi,” ucap Hendri.
 
Selain mendekati Zulkifli, Laskar Wong Kito juga tengah menjajaki transfer pemain yang musim lalu membela Persija Jakarta. Pemain yang akan dibawa ke Palembang adalah Hasyim Kipuw. Bisa ditempatkan sebagai bek sayap ataupun defensive midfielder, Hasyim akan bermanfaat saat Pelatih SFC Kas Hartadi menerapkan pola rotasi. “Kemampuan pemain yang bisa ditempatkan di berbagai posisi tentu akan memudahkan pelatih dalam merotasi pemain. Dengan kemampuan itu pula, peluang pemain yang bersangkutan diturunkan di pertandingan terbuka lebar,” katanya. ● iwan setiawan

09 Oktober 2011

AYU TANTANG BREMOND DI FINAL

PALEMBANG – Petenis putri terbaik Indonesia, Ayu Fani Damayanti, sukses melaju ke partai puncak tunggal dan ganda pada seri II turnamen tenis Garuda Indonesia Championship 2011 di Kompleks Lapangan Tenis PT Bukit Asam, Jakabaring Sport City (JSC).

Namun sayang, pada final ganda putri yang dihelat Sabtu (8/10) sore, pasangan Ayu Fani-Jessy Rompies dikalahkan Tamaryn Hendler-Chanel Simmond (Belgia-Afrika Selatan) 6-4, 6-2. Kelelahan yang dialami Ayu menjadi faktor utama kekalahan pasangan SEA Games XXVI tersebut. Pasalnya, pertandingan final ganda putri hanya berselang satu jam dari laga semifinal yang dimainkan Ayu menghadapi petenis Thailand Varatchaya Wongtenanchai. 

Meski hanya menempati runner-up di ganda, kesempatan Ayu menjadi juara masih terbuka di nomor singel. Syaratnya, dia harus menundukkan petenis unggulan pertama asal Prancis Iryne Bremond, Minggu (9/10) mulai pukul 10.30 WIB.

Ayu peringkat 260 dunia lolos ke babak final tunggal putri, setelah pada pertandingan semifinal Sabtu (8/10) menang 7-6 (5), 6-0 atas peringkat 234 dari Thailand, Varatchaya. Sementara Bremond menyisihkan pemain Thailand lainnya, unggulan ketujuh Luksika Kumkhum, 6-4, 6-2.

Menurut Ayu, menghadapi Bremond merupakan pertemuan perdana kedua petenis. Catatan pertandingan Bremond sungguh menakjubkan karena belum kehilangan satu set pun hingga menapak ke babak final. Karena itulah, menurut Ayu, Bremond merupakan lawan yang terberat baginya pada seri II GIC 2011. Meski demikian, Ayu tidak gentar menghadapi petenis peringkat 107 dunia itu. Pasalnya, lolos ke final merupakan capaian lebih baik ketimbang hasil seri I di Jakarta yang harus terhenti di babak semifinal. “Kita lihat saja nanti siapa yang lebih siap akan menjadi pemenang pertandingan besok. Saya akan mencoba menampilkan permainan terbaik saya,” tutur Ayu.

Ayu mengaku permainannya semakin baik dari hari ke hari. Menghadapi Varatchaya, AyU sempat memimpin di set pertama sebelum akhirnya dapat disamakan lawannya pada kedudukan 5-5. Pada saat itulah Ayu mengaku mencoba bermain lebih tenang dan lebih berkonsentrasi. Dengan cara inilah, dia kemudian dapat melewati set pertama dengan kemenangan. “Setelah menang di set pertama, kepercayaan diri saya bangkit kembali. Di game pertama set kedua itulah sebetulnya pertaruhan saya. Kalau saya dapat memenangi game pertama, saya yakin bakal menang dan inilah yang kemudian terjadi. Setelah memenangi game pertama, saya terus menekan dan tidak memberi kesempatan sedikit pun padanya mengembangkan permainan,” tutur Ayu.

Menanggapi kemenangan Ayu tersebut, pelatih tim tenis putri Indonesia, Surya Wijaya menyatakan, hasil tersebut merupakan modal penting untuk menghadapi pertandingan babak final. “Kemenangan ini otomatis mengangkat mental dan kepercayaan diri Ayu untuk menghadapi pertandingan babak final besok. Peluang terbuka bagi Ayu untuk memenangi pertandingan babak final meskipun lawan memiliki peringkat lebih baik ketimbang Ayu,” tutur Surya.

Sementara itu gelar juara ganda putra menjadi milik pasangan unggulan ketiga Danai Udomchoke-Jimmy Wang (Thailand-Taiwan), yang di final menang mudah 6-0, 6-1 atas unggulan pertama Harri Heliovaara-Hiroki Kondo (Finlandia-Jepang). ●iwan setiawan
 

08 Oktober 2011

Lapangan Voli Pantai Diisi Pasir

PALEMBANG – Setelah lama ditunggu akhirnya pasir untuk mengisi lapangan voli pantai di Jakabaring Sport City (JSC) sampai juga. Sebanyak 6.000 m3 pasir telah berada di venue voli pantai kemarin pagi.

Penyelesaian venue voli pantai memang tengah dikebut. Itu karena Rabu (12/10) nanti lapangan yang berada di pinggir danau venue ski air tersebut akan menggelar event internasional bertajuk LA Light Asian Pacific Beach Volleyball Invitation 2011.

Site Manager PT Lince Romauli Raya, kontraktor venue voli pantai, Lukman Hakim mengatakan, sejak Kamis (6/10) malam puluhan truk mengangkut pasir dari dermaga Yon Zikon di Plaju untuk diisikan ke lapangan voli pantai di JSC. Untuk tahap pertama ini baru diterima 6.000 m3 dari jumlah keseluruhan mencapai 8.000 m3. “Pasir yang diminta untuk dikirimkan sebanyak 8.000 m3. Tapi tahap pertama ini baru 6.000 m3. Sisanya mungkin malam ini (tadi malam) sampai di dermaga Yon Zikon dan akan langsung dibawa ke venue. Mudah-mudahan besok (malam ini) sudah selesai,” papar Lukman kemarin sore.

Menurut Lukman, sesampainya pasir di venue maka langsung ditebarkan ke lima lapangan yang ada. Disampaikannya, jumlah pasir yang ada saat ini sebenarnya sudah mencukupi untuk memenuhi empat lapangan pemanasan dan satu lapangan pertandingan yang akan digunakan. Meski demikian, bukan berarti pengiriman pasir tahap kedua yang berjumlah sekitar 2.000 m3 lagi itu tidak diperlukan. “Ya, buat jaga-jaga saja seandainya terjadi kekurangan,” ucapnya.

Lukman menyatakan, pihaknya ditargetkan menyelesaikan lapangan voli pantai 9 Oktober 2011. Sebab, selang sehari berikutnya, panitia LA Light Asian Pacific Beach Volleyball Invitation 2011 akan datang dan melakukan persiapan. “Saya pastikan, baik gedung maupun lapangan sudah siap pakai tanggal 10 Oktober 2011,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Harian Pengprov Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Sumsel Sonny Poerwono optimistis venue siap digunakan sebelum pembukaan turnamen. Pasalnya, sejak beberapa waktu lalu penyelesaian venue voli pantai memang tinggal menunggu datangnya pasir untuk mengisi lapangan yang digunakan bertanding. “Aliran air dan listrik sudah masuk ke gedung pengelola venue yang dijadikan sekretariat voli pantai. Dengan sudah datangnya pasir maka tidak ada kendala berarti lagi untuk menggelar tes event voli pantai yang juga kejuaraan Asia Pasifik,” kata Sonny.

Menurut Sonny, pekerjaan vital lainnya yang akan segera diselesaikan adalah pemasangan jaring pengaman di sekitar venue. Itu karena lapangan berbatasan langsung dengan danau yang digunakan sebagai venue ski air. “Pemasangan jaring tersebut untuk mengantisipasi bola yang melambung ke arah danau. Jaring itu sendiri kita pinjam dari Batalyon Kavaleri di Karang Endah, Muaraenim,” pungkasnya. ●iwan setiawan

Jadi Host PGA Tour

PALEMBANG – Lapangan golf Kenten Palembang kembali mendapat kepercayaan menggelar salah satu seri ASEAN PGA Tour 2011. Bertajuk Palembang Musi Championship Golf Tournament 2011, turnamen golf profesional ini diselenggarakan pada 12–16 Oktober 2011.

Gelaran ASEAN PGA Tour 2011 di Palembang ini merupakan penyelenggaraan kedua kalinya. Di tahun 2010, Palembang juga pernah menyelenggarakan turnamen serupa. Bedanya, pelaksanaan kali ini terasa lebih bermakna dikarenakan Palembang akan menjadi tuan rumah SEA Games XXVI. “Ajang ini sebagai bukti pengakuan internasional terhadap kualitas lapangan golf Kenten. Bagi PGI (Persatuan Golf Indonesia) Sumsel dan Pemprov Sumsel gelaran turnamen ini sangat baik untuk mempromosikan Sumsel yang akan menggelar SEA Games XXVI, karena turnamen ini disiarkan media olahraga internasional ESPN,” kata Wakil Ketua Panpel Palembang Musi Championship Golf Tournament 2011, Faisal Perdana, kemarin siang.

Turnamen itu diikuti pegolf profesional dan amatir dari berbagai negara ASEAN. Hingga saat ini peserta yang mengonfirmasi keikutsertaannya berjumlah 80 pegolf profesional dan amatir. Dari jumlah itu, 50 pegolf berasal dari Indonesia. “Sumsel akan diwakili enam pegolf, di mana empat di antaranya merupakan pegolf profesional, yaitu Andi Atmo, Aminuddin, Ruswan, dan Ucok. Sementara pegolf amatir Sumsel yang turun adalah Rizki dan Andri,” ungkap Faisal.

Turnamen dengan total hadiah USD75.000 ini menyamai hadiah yang disiapkan panitia seri keempat di Malaysia, Juli lalu. Sementara penyelenggaraan seri satu dan dua di Thailand dan Filipina, hadiah yang disediakan hanya USD50.000. Kemudian seri ketiga di Malaysia berhadiah USD60.000. “Panpel juga menyediakan hadiah dua unit mobil Mitsubishi Pajero Sport sebagai hadiah pegolf yang bisa melakukan hole in one,” kata mantan Direktur Umum dan SDM PT Semen Baturaja (persero) ini.

Faisal menjelaskan, meski cabang olahraga golf SEA Games tidak dipertandingkan di Palembang, pembenahan lapangan golf Kenten tetap dilakukan. Hal itu untuk mengantisipasi digunakannya lapangan golf itu oleh para tamu VVIP dan VIP. “Seperti pengalaman multievent sebelumnya, komandan kontingen, pejabat negara atau menteri yang datang bersama kontingen biasanya menyempatkan diri bermain golf. Apalagi jika mereka tahu atau pernah mendengar kalau lapangan golf yang dimiliki Palembang ini punya karakteristik yang unik dan menantang. Makanya, event ini kita anggap sebagai tes event menyambut SEA Games mendatang,” papar Faisal. 

Selain diikuti pegolf profesional ASEAN seperti Nicholas Punk (Malaysia), Gerald Rosales (Filipina), dan Faiz Damit (Brunei Darussalam), ajang ini juga digunakan tim golf Indonesia yang akan turun di SEA Games XXVI sebagai pemanasan. Adapun pegolf SEA Games Indonesia yang turun di turnamen ini adalah Jordan Irawan, Ian Andrew, Reynaldi Ardianto, dan Suprapto.
 
Menurut Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel Muddai Madang, lapangan golf Palembang masuk salah satu lapangan yang punya tingkat kesulitan tinggi. Di satu sisi, hal itu memang bagus karena bisa memacu pegolf profesional meningkatkan kemampuannya. “Lapangan golf Kenten ini sangat baik untuk atlet profesional meningkatkan kemampuannya. Untuk bisa menaklukkan lapangan ini, diperlukan lebih dari sekedar teknik tinggi. Nanti kita akan lihat bagaimana pegolf profesional dari negara ASEAN menunjukkan skill yang dimiliki untuk mengatasi lapangan ini,” tandas Muddai.

Ketua Dewan Pembina Palembang Golf Club (PGC) ini menerangkan, menyambut turnamen ini, lapangan golf Palembang dibenahi sedemikian rupa. “Tapi sebelumnya, saya sudah meminta pembenahan yang dilakukan jangan menghilangkan karakteristik khas (kesulitan) lapangan yang sudah ada,” ungkapnya. ●iwan setiawan

Ayu Lolos ke Semifinal, Lavinia Tersingkir

PALEMBANG – Petenis putri terbaik Indonesia saat ini Ayu Fani Damayanti menjadi satu-satunya petenis tuan rumah yang masuk ke babak semifinal turnamen tenis Garuda Indonesia Championship 2011 seri 2 di Palembang.

Ayu sukses merebut satu tempat semifinal setelah menundukkan juara seri pertama turnamen ini, Tamaryn Hendler (Belgia) straight set 6-3, 6-2, di center court Komplek Lapangan Tenis PT Bukit Asam, Jakabaring Sport City (JSC), kemarin siang. Ayu tampil lebih tajam ketimbang lawannya pada pertandingan yang berlangsung di bawah terik sinar matahari itu. Pada pertandingan kemarin, Ayu tidak memberikan kesempatan sedikit pun pada Hendler untuk mengembangkan permainannya. “Bola-bola lawan cocok dengan permainan saya sehingga saya lebih mudah menekan,” tutur Ayu.

Pada babak semifinal Ayu akan menghadapi pemenang pertandingan Nudnida Luangnam, unggulan kedelapan dari Thailand, melawan rekan senegaranya unggulan kedua, Varatchaya Wongteanchai. Menurut Ayu, menghadapi siapa pun pemenangnya tidak masalah baginya. “Saya sudah tahu permainan mereka dan mereka juga sudah mengenal dengan baik permainan saya. Jadi kita lihat saja besok (hari ini) siapa yang lebih siap untuk menjadi pemenangnya,” tutur Ayu yang pada seri pertama lalu juga mencapai babak semifinal.  

Sementara itu, Lavinia Tananta yang diharapkan membuat kejutan, tidak mampu berbuat banyak dan kalah segalanya dari unggulan pertama turnamen ini Iryna Bremond (Perancis) 6-1, 6-0. Level permainan Bremond yang menduduki peringkat 107 dunia, harus diakui masih setingkat di atas Lavinia yang memegang peringkat 512.  

Pada pertandingan babak perempat final putra yang mempertemukan Elbert Sie versus Karan Rastogi (India), Elbert sempat mencuri set pertama. Namun keunggulan itu lenyap tak berbekas di dua set berikutnya. Setelah sering melakukan kesalahan sendiri di set pertama, Rastogi menampilkan permainan terbaiknya pada set kedua dan ketiga. Menurut Elbert, pada set kedua dan ketiga tenaganya terkuras banyak dan badannya sulit diajak bangkit kembali. “Badan saya terasa sangat berat untuk digerakkan. Udara sangat panas, saya sudah mencoba bangkit berkali-kali tetapi gagal,” tutur Elbert.

Menanggapi kekalahan Elbert, pelatih tim tenis putra Indonesia Bonit Wiryawan menyatakan, sebetulnya Elbert diharapkan dapat lolos ke semifinal. “Pada seri pertama minggu lalu Elbert sampai di babak kedua. Mestinya pada seri kedua ini dia saya harapkan dapat mencapai babak semifinal, karena lawan sebetulnya tampil tidak terlalu bagus. Sayangnya kondisi fisik Elbert tidak mendukung sehingga akhirnya kalah,” kata Bonit yang juga mantan petenis nasional ini. ●iwan setiawan

Berpacu Prestasi dengan Sang Kakak

LEBIH DEKAT DENGAN ATLET BERSAUDARA BERPRESTASI (2/Habis)

Jika prestasi sang kakak Chandra Wijaya dan Novi Susanti sudah begitu mengharum di pentas Nasional, Reni Anggraini terpacu melebihi torehan kedua kakaknya itu. Kesempatan itu kini terbuka karena ia tergabung dalam tim inti anggar Indonesia di SEA Games XXVI, November mendatang.

Awalnya Reni tidak menyangka kalau akan begitu cepat menyandang status atlet nasional. Bahkan belum lagi membela daerah kelahirannya Sumsel di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON), kemampuan yang dimiliki gadis manis ini justru menempatkannya pada tim inti SEA Games. “Saya serius di anggar baru tahun 2009. Bahkan saat ikut Kejurnas 2009, saya kalah di 8 besar. Sempat putus asa juga dan berpikir terus atau berhenti. Tapi, melihat spanduk sambut SEA Games Indonesia 2011, tekad saya muncul kembali dan berdoa agar bisa membela Indonesia di SEA Games tersebut,” ujar Reni. 

Keinginan yang kuat diikuti dengan latihan serius membuat doanya seolah dijawab Allah SWT. Turun sekaligus di tiga kategori Kejurnas Anggar 2010 di Cibubur, Jakarta, Reni layak dilabeli rising star. Penyebabnya, ia sukses menyabet medali emas kadet sabel, medali emas junior sabel dan perunggu senior sabel. Prestasi fenomenal juga ditunjukkannya ketika mengikuti South East Asia Fencing Federation (SEAFF) Championship 2010 di Brunai Darussalam. Reni meraih medali emas kadet, perunggu junior, dan perak senior.

Atas prestasi itu, PB IKASI memasukkan Reni ke Pelatnas persiapan SEA Games 2011, berkompetisi dengan atlet anggar senior termasuk kakaknya sendiri, Novi Susanti. Untuk masuk tim inti ini membuat Reni termotivasi mengeluarkan kemampuan terbaik. “Syukur alhamdulillah, pada seleksi terakhir saya masuk tim inti dan semakin dekat dengan keinginan saya mencetak prestasi SEA Games,” tuturnya.

Kesuksesan Reni menembus tim inti SEA Games sempat diwarnai dilema. Di satu sisi, ia senang karena berkesempatan membela nama Indonesia di ajang multievent. Akan tetapi, di sisi lain ia juga sedih karena sang kakak, Novi yang harus tersingkir dari tim SEA Games. “Awalnya sih yakin kami berdua bisa sama-sama masuk tim inti SEA Games. Tapi begitu pulang TC dari Jerman dan diumumkan bahwa yuk Novi tidak lolos, saya sempat sedih juga. Tapi alhamdulillah yuk Novi kasih motivasi ke Reni untuk bangkit dan fokus pada tujuan berprestasi di SEA Games nanti. Saya juga lega begitu dikabari yuk Novi dapat medali emas Kejurnas 2011. Sebab, tadinya saya kira yuk Novi akan down karena dicoret dari tim SEA Games. Hal itu menguatkan saya di Pelatnas,” kata putri pasangan Abdulrahman dan Yunaida ini.

Atlet kelahiran Palembang 16 Oktober 1993 ini mengisahkan sempat kesulitan beradaptasi dengan suasana Pelatnas. Apalagi, begitu terpilih masuk Pelatnas, ia harus menjalani pemusatan latihan di luar negeri. Selama tiga bulan lebih, Reni dkk menjalani TC di China. Ia mengaku, rasa kangen begitu terasa saat menjalani TC di China. Apalagi, itu pertama kali ia berpisah jauh dengan keluarga. Lebih sedih lagi saat lebaran, yang harusnya berkumpul dengan keluarga besar, Reni malah harus melahap menu latihan yang diberikan pelatih dan instruktur setempat. ”Sempat gak mood juga latihan kalau kangennya sudah berat banget. Akibatnya sering dimarahi pelatih karena latihannya gak fokus. Tapi, saya diingatkan bahwa apa yang saya jalani ini demi meraih prestasi yang nantinya akan membanggakan banyak orang. Makanya saya mantapkan hati dan menguatkan diri menjalaninya. Alhamdulillah sampai sekarang baik-baik saja,” pungkas alumnus SMK Negeri 3 Palembang ini. iwan setiawan

07 Oktober 2011

Andi Tetap Yakin 11-11-2011

PALEMBANG – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng menegaskan pembukaan SEA Games XXVI di Palembang tetap dilaksanakan pada 11-11-2011. 

Hal itu ditegaskan Andi setelah melihat langsung kondisi venues SEA Games di Jakabaring Sport City (JSC) kemarin sore. Pernyataan itu juga sekaligus menjawab polemik seputar wacana dicoretnya Palembang sebagai tuan rumah SEA Games dan memindahkan seluruh pertandingan di Palembang ke Jakarta atau pelaksanaannya diundur selama empat bulan ke depan. “Saya yakin tidak ada pengunduran (waktu pembukaan). Rakor dengan Menkokesra dua hari lalu juga optimistis semua sesuai rencana. Pembukaan SEA Games di Palembang 11-11-2011,” tegas Andi disela-sela peninjauan venues di JSC kemarin.
Andi menyatakan, dari pantauan langsung ke semua venue, semua persiapan berjalan sesuai rencana. Bahkan rata-rata venue yang dibangun sudah masuk tahap finishing. Menurutnya, kalau sudah masuk tahap finishing, maka sesuai laporan kontraktor dalam satu minggu atau dua minggu ke depan bisa diselesaikan. “Di venue aquatik, tanggal 7 Oktober (hari ini) air sudah bisa masuk ke kolam. Selanjutnya akan dicoba baik kolam renang maupun untuk kolam loncat indah dan kolam sudah bisa digunakan 15 Oktober,” ujarnya.
Beralih ke venue atletik, lintasan sintetik sudah jadi dan bisa dipakai. Tinggal lagi kontraktor menyelesaikan wing tribune kanan dan kiri yang ditargetkan selesai satu pekan ke depan. Sementara untuk lapangan tenis, Andi menyebut lapangan di Palembang layak dan bagus untuk pertandingan internasional. “Saya sudah merasakan sendiri lapangan tenisnya cukup enak dan bagus sesuai standar ITF. Bahkan karena lapangan bagus, pukulan saya jadi ikut bagus,” tutur Andi.

Meski rasa optimistisnya menebal, Andi juga meminta kepada semua pimpinan proyek tidak menunda penyelesaian pekerjaan. Ia berpesan, kalau bisa semua pekerjaan secepatnya diselesaikan. Seperti lapangan sepak takraw yang tinggal menunggu karpet lapangan dan venues aquatik yang hanya menunggu pemasangan kolam dan penutupan atap venues. “Waktu kita tidak banyak lagi, oleh karena itu saya meminta kepada semua pimpro secepatnya menyelesaikan pembangunan yang kurang, jangan lagi menunggu, kalau sudah ada yang bisa dikerjakan langsung saja dikerjakan. Saya tetap optimistis, Palembang siap, Jakarta siap dan Indonesia siap menjadi tuan rumah yang baik,” tegas Andi.
Ditemui pada kesempatan berbeda, Ketua Inasoc Sumsel Muddai Madang menyampaikan keberatannya atas wacana yang diutarakan anggota DPR RI beberapa hari lalu. Pasalnya menurut Muddai, tidak ada alasan yang kuat untuk memenuhi tiga opsi yang diusulkan tersebut, memindahkan seluruh pertandingan ke Jakarta, mengundurkan waktu pelaksanaan empat bulan ke depan dan tidak memberlakukan pencatatan rekor. “Kita tahu (wacana) itu muncul karena kekhawatiran akan penyelesaian venue di Palembang. Tapi yakinlah, venues di Sumsel siap. Sebab kita terlihat terburu-buru itu karena mengejar pelaksanaan tes event. Sedangkan berdasarkan perhitungan teknis, pada saat SEA Games dimulai, semua venues sudah siap. Jadi tidak perlu dimundurkan pelaksanaannya,” tegas Muddai.
Ketua Umum KONI Sumsel ini juga mempertanyakan apakah dengan dipindahkannya seluruh pertandingan di Sumsel ke DKI Jakarta akan menyelesaikan masalah. “Apakah jika dipindahkan, Jakarta siap? Apakah kondisi di Jakarta lebih baik dengan di Palembang? Jika benar-benar dipindahkan, tentu Jakarta membutuhkan waktu untuk menyiapkan diri. Jadi lebih baik tetap di Palembang saja yang pembangunan venuesnya segera kelar,” tukasnya.
Sementara itu Ketua Komite Pembangunan Venues SEA Games XXVI di Palembang, Rizal Abdullah mengatakan, proses pembangunan venues yang pada tahap finishing telah dimaklumi oleh Menpora. Bahkan Rizal menargetkan seluruh venues di komplek JSC akan selesai 15 Oktober 2011. Namun kondisi itu tidak berlaku untuk venue panjat tebing. “Panjat tebing kemungkinan (selesai) tanggal 28 Oktober dan akan diujicoba 3-4 November. Lalu tanggal 5 November dibuat treknya,” terang Rizal.

Menpora Jajal Lapangan Tenis
 
Turnamen tenis lapangan Garuda Indonesia Championship 2011 di Komplek Lapangan Tenis PT Bukit Asam mendapat tamu istimewa. Dia adalah Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng. Seusai meninjau semua venues di kawasan Jakabaring Sport City (JSC) kemarin sore, Andi menyempatkan diri menjajal lapangan berstandar internasional tersebut. Menteri satu ini memang paling gemar bermain tenis lapangan. Bahkan dengan kondisi tangan kanan yang belum pulih 100% akibat terjatuh November 2010 lalu, Andi terlihat begitu antusias menampilkan pukulan-pukulan andalannya.
 
Berpasangan dengan Sunu Wahyu Trijati, Andi menghadapi pasangan pelatih timnas tenis putri Surya Wijaya dan atlet SEA Games Grace Sari Ysidora. “Capek juga ya.Tapi ternyata semangat untuk bermain masih ada. Tangan saya sebelah kanan masih lumayan sakit, jadi saya tidak bisa maksimal dan baru 75% (pulih). Tapi lumayanlah bisa menang,” kata Andi usai pertandingan yang langsung disambut tepuk tangan penonton dan para atlet peserta GIC 2011 yang tertarik melihat permainan sang menteri.
Dari hasil coba lapangan tersebut, Menpora menilai bahwa lapangan tenis yang ada di Palembang sudah layak dan bagus untuk pertandingan internasional. “Saya sudah merasakan sendiri lapangan tenisnya cukup enak dan bagus sesuai standar ITF. Bahkan karena lapangan bagus, pukulan saya jadi ikut bagus,” tambah Andi.
Seusai bermain tenis, dalam perjalanan menuju bandara untuk kembali ke Jakarta, Andi dan rombongan menyempatkan untuk melihat pertandingan tim Indonesia melawan Hong Kong di Kejuaraan Asia Polo Air U-17 di kolam renang Lumban Tirta. Dikarenakan waktu yang mendesak, Menpora hanya sempat menyaksikan pertandingan babak I yang saat itu Indonesia sudah unggul 3-0 atas Hong Kong. “Saya melihat kolam yang dipakai pertandingan ini sudah bagus dan layak untuk even internasional,” ucap Andi, didampingi Presiden Federasi Polo Air Asia, Khosrow Amini. iwan setiawan

Trio Indonesia Bertahan

PALEMBANG – Tiga petenis Indonesia Ayu Fani Damayanti, Lavinia Tananta, dan Elbert Sie masih bertahan di babak perempat final seri kedua turnamen Garuda Indonesia Championship 2011 di Palembang, kemarin.

Dua single putri Indonesia, Ayu Fani Damayanti dan Lavinia Tananta sukses meraih kemenangan di babak 16 besar. Lavinia memastikan lolos ke babak perempat final setelah menundukkan petenis Thailand unggulan keenam Nicha Lerpitaksinchai kemarin. Duel keduanya berlangsung ketat sehingga pertandingan harus ditentukan hingga set ketiga. Namun, berkat pengendalian emosi dan kepercayaan diri lebih baik, Lavinia sukses memenangi laga dengan skor 6-1, 4-6, 6-4. Kemenangan Lavinia ini merupakan ketiga kalinya atas Lerpitaksinchai dalam tiga tahun terakhir. 

Sementara itu, Ayu Fani Damayanti yang merupakan unggulan keempat memperoleh kemenangan WO atau tanpa tanding atas Sung-Hee Han. Petenis Korsel peringkat 416 dunia tersebut tidak datang ke lapangan karena sakit. Menurut dokter turnamen, sejumlah pemain menderita diare, termasuk Han. Dokter memperkirakan para pemain tersebut terserang diare karena salah memilih makanan terutama menu pedas yang tidak biasa mereka konsumsi.  

Pada pertandingan babak perempat final, Ayu akan menghadapi juara seri pertama di Jakarta, Tamaryn Hendler (Belgia). Sementara Lavinia akan bertemu unggulan pertama Iryna Bremond dari Prancis. “Lavinia kondisi fisiknya tetap fit. Tapi masih ada kendala yang harus dibenahi terutama kepercayaan diri. Secara kemampuan, saya yakin Lavinia bisa memberikan kejutan buat Bremond,” ujar pelatih tenis putri Indonesia Surya Wijaya kepada HATTRICK kemarin sore.

“Kalau Ayu, saya justru lebih optimistis lagi. Sebab, secara peringkat, Ayu masih berada di atas Hendler,” kata Surya.

Di sektor putra, Indonesia hanya menyisakan Elbert Sie di nomor single. Pada babak kedua kemarin siang, Elbert menang straight set (7-5, 6-1) atas Rohan Gajjar dari India. Menurut Elbert, lapangan di Kompleks LapanganTenis PT Bukit Asam, Jakabaring Sport City, yang berkarakter lamban sangat cocok dengan tipe permainannya. “Saya lebih suka lapangan ini karena cocok dengan tipe permainan saya yang lebih banyak bertahan di base line. Tadi lawan main menekan terus, namun karena lapangannya lamban, laju bola tidak terlalu kencang. Hal ini memudahkan saya untuk bertahan dan menyerang balik,” papar Elbert.

Sementara itu, Gajjar yang memiliki tipe permainan agresif tampak frustrasi karena bola-bola serangannya banyak yang dapat dikembalikan Elbert. Rasa frustrasi inilah yang agaknya justru cepat menguras tenaga petenis peringkat 610 dunia ini, sehingga pada set kedua dia sempat terpincang-pincang menahan sakit pada kakinya. Petenis India itu terlihat sampai tidak mampu berdiri setelah akhirnya kalah di set kedua. “Saya senang dapat lolos sampai babak perempat final. Kemenangan ini jelas menambah kepercayaan diri saya untuk menghadapi pertandingan berikutnya. Saya akan tampil serileks mungkin karena kondisi fisik saya mulai enak. Ini juga merupakan modal yang baik sebelum tampil pada SEA Games di lapangan ini November nanti,” kata Elbert, yang masuk babak utama dengan fasilitas wild card. 

Pada perempat final yang berlangsung hari ini, Elbert akan berhadapan dengan pemenang pertandingan antara Jung-Woong Na (Korsel) versus Karan Rastogi (India). “Bertemu siapa pun harus siap. Saya hanya akan istirahat dan fokus pada pertandingan besok (hari ini),” tandas petenis peringkat 1132 dunia ini. ●iwan setiawan

Demi Prestasi, Kuliah Dikorbankan

LEBIH DEKAT DENGAN ATLET BERSAUDARA BERPRESTASI (1-BERSAMBUNG)

Tidak banyak ditemui atlet berprestasi berasal dari satu keluarga, apalagi di cabang olahraga yang sama. Di antara sedikit jumlah tersebut, terdapat nama Novi Susanti dan Reni Anggraini yang merupakan atlet anggar andalan Sumsel.
 
Prestasi dua saudara ini memang layak diapresiasi. Karena, dalam waktu singkat telah meraih hasil terbaik di tingkat nasional. Terlebih prestasi Novi Susanti di cabang olahraga anggar yang ditekuninya begitu fantastis. Akan tetapi, sangat disayangkan berbagai raihan prestasi itu harus dibayar mahal dengan terbengkalainya pendidikan dara manis ini.

Tercatat sebagai mahasiswi Universitas PGRI Palembang jurusan pendidikan olahraga, Novi termasuk mahasiswi yang cerdas dan rajin. Namun, rutinitasnya sebagai atlet memaksanya sering absen dari kegiatan perkuliahan. Akibatnya, nilai kuliahnya pun merosot tajam dan berimbas pada prestasi akademiknya. “Awalnya saya mengira antara kuliah dan karier keatletan bisa sejalan. Akan tetapi, setelah saya jalani ternyata cukup sulit membagi konsentrasi antara keduanya,” ujarnya.

Tidak tanggung-tanggung, untuk mempersiapkan diri sebelum turun di suatu kejuaraan, Novi harus latihan intensif minimal dua pekan sebelum hari H. Jika pelaksanaan turnamen selama satu pekan plus satu pekan untuk recovery, otomatis Novi harus izin selama kurang lebih satu bulan. Dalam setahun, bukan hanya satu kejuaraan yang diikuti Novi. Sehingga bisa dibayangkan, berapa waktu efektif yang dimilikinya untuk mengikuti aktivitas perkuliahan. “Saya pribadi sih mengharapkan pihak kampus memberikan kemudahan atau dispensasi bagi atlet seperti saya. Sebab, toh saya absen kuliah bukan buat main atau keluyuran gak jelas. Tapi demi untuk membela nama daerah (Sumsel) dan negara (Indonesia) serta nama kampus sendiri,” tutur wanita kelahiran 7 November 1987 ini.

Mengenal anggar dari sang kakak, Chandra Wijaya, yang telah lebih dahulu menjadi atlet anggar, Novi memulai kiprahnya di tahun 2002. Bermain senjata foil di awal bergabungnya, Novi ternyata lebih bersinar di nomor senjata sabel. “Waktu itu sabel putri boleh dimainkan dan saran pelatih saya diminta pindah ke nomor sabel. Dasarnya sih saya memang lebih suka sabel, karena permainannya lebih cepat,” kisahnya.

Tak butuh waktu lama berguru, Novi langsung menggebrak dunia anggar Nasional dengan merebut medali emas kadet Kejurnas Pra-PON di Palembang tahun 2003. Prestasi tersebut bukan hanya kebetulan. Sebab, pada gelaran Kejurnas 2004, Novi kembali menambah perbendaharaan medalinya dengan menyabet dua medali emas sabel, yaitu kategori kadet dan junior. Prestasi pada tahun-tahun berikutnya pun semakin meningkat. Novi sukses meraih medali emas kategori junior dan senior pada gelaran Kejurnas 2005. Sementara, tahun 2006, dia hanya menorehkan medali emas junior. “Pada Kejurnas 2007 saya tidak ikut, karena menjalani pemusatan latihan SEA Games XXIV Thailand. Sedangkan di Kejurnas 2008, saya tidak memperoleh hasil apa-apa karena persiapan yang minim,” kata putri pasangan Abdulrahman dan Yunaida ini.

Novi membuktikan, dengan persiapan yang cukup, prestasi terbaik bisa diraih. Itu ditunjukkannya pada Kejurnas 2010 dengan kembali memperoleh medali emas senior. Atas prestasinya itu, ia diganjar masuk tim Pelatnas SEA Games XXVI. Menjalani Pelatnas selama tujuh bulan ke berbagai negara seperti Ukraina dan Jerman, Novi harus menerima kenyataan tersingkir dari tim inti SEA Games. “Kecewa, tapi mau diapain lagi. Alhamdulillah tersingkir dari tim SEA Games, saya malah bisa fokus di Kejurnas Pra-PON dan dapat satu emas senior,” ujar penerima penghargaan atlet berprestasi 2011 dari Pemprov Sumsel pada peringatan Haornas 2011, September lalu. iwan setiawan