28 Juli 2009

Ditantang Perlis FA

PALEMBANG (SI) – Rencana mempersiapkan tim dengan matang telah disusun manajemen Sriwijaya FC (SFC). Salah satunya dengan meladeni tantangan uji coba melawan klub Malaysia Perlis FA.

Tawaran uji coba yang dikirimkan pihak Perlis FA kepada SFC melalui surat PFA/ADMIN/09(61) yang ditandatangani Setiausaha Executive Persatuan Bola Sepak Perlis, Ku Besry bin Ku Aziz, Kamis (23/7). Setelah mempertimbangkan kualitas tim untuk uji coba tersebut, manajemen pun menyetujui pertandingan itu. Bahkan, surat jawaban berisi konfirmasi persetujuan pertandingan uji coba telah dikirimkan kepada pengurus Perlis FA di Malaysia, Senin (27/7). “Iya, sudah saya tanda tangani surat balasan itu. Mudah-mudahan kesempatan uji coba dengan tim dari liga negara lain bisa dimanfaatkan dengan baik untuk mengasah strategi dan kemampuan,” ujar Direktur Utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Dodi Reza Alex kepada wartawan kemarin.

Dodi mengatakan pertandingan sendiri akan dilangsungkan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (SGSJ) pada 18 Agustus 2009. Kickoff direncanakan pukul 15.30 WIB. Menurut Dodi, dipilihnya kandang SFC sebagai tempat bertanding tidak terlepas dari keinginan manajemen menyuguhkan pertandingan berkualitas yang bisa dinikmati secara langsung oleh penggemar sepak bola di Sumatera Selatan. “Selama musim libur kompetisi, otomatis para pendukung kehilangan tontonan pertandingan SFC. Nah untuk mengobati kerinduan fans SFC, kami menghadirkan pertandingan berkualitas di sini. Selain itu, pada pertandingan nanti, fans berkesempatan melihat aksi para pemain, baik yang kami pertahankan maupun rekrutan baru,” paparnya.

Manajer SFC Hendri Zainuddin mengatakan, beberapa rencana partai uji coba, baik dengan tim lokal maupun mancanegara, telah dikantongi manajemen meski belum semuanya disetujui. Sebab, tawaran uji coba itu masih akan disesuaikan dengan program latihan yang telah disusun Pelatih SFC Rahmad Darmawan. Menurutnya, sebelum memasuki musim kompetisi reguler, SFC akan melakukan tur Jawa untuk beruji coba dengan beberapa tim peserta Liga Super maupun Divisi Utama. “Nanti ada sebagian uji coba di SGSJ. Namun, ada beberapa pertandingan kami juga akan tandang untuk memberikan atmosfer pertandingan away kepada para pemain,” tuturnya.

Rahmad mengatakan akan merancang pertandingan dengan tim lokal, baik penghuni Liga Super maupun Divisi Utama. Selain itu SFC juga kemungkinan akan bertemu dengan klub mancanegara. “Mudah-mudahan ada uji coba dengan klub luar. Sudah ada beberapa klub yang menghubungi, tapi saya belum berani ekspos,” tandasnya.

Perlis FA menduduki peringkat 2 di klasemen akhir Super League Malaysia musim 2008/2009. Klub berjuluk Northern Lions ini berada di bawah Selangor FC. Prestasi yang pernah diraih Perlis FA antara lain juara Super League tahun 2005 dan dua kali merengkuh Trofi Malaysia Cup tahun 2004 dan 2006. Dari statistik sementara Super League Malaysia musim 2008/2009, Perlis FA merupakan tim yang paling sedikit kebobolan. Hal itu mencerminkan barisan pertahanan Perlis FA sangat solid. (iwan setiawan)

27 Juli 2009

Pilih Wong Kito

PALEMBANG (SI) – Persela Lamongan yang sempat mengklaim selangkah lagi mendapatkan Rahmat ’Poci’ Rivai harus gigit jari. Sebab, striker Persitara Jakarta Utara itu memilih bergabung Sriwijaya FC (SFC) yang dinilai lebih favorit juara Liga Super dan Copa Indonesia.

Poci adalah bidikan utama Persela jelang mengarungi Liga Super musim depan. Namun, usaha Laskar Joko Tingkir–julukan Persela–mendaratkan bomber yang sempat masuk tim nasional (timnas) Indonesia itu gagal. SFC menelikung langkah Persela dan sukses melabuhkan striker 31 tahun tersebut. Kabarnya, pemain kelahiran Tidore, Ternate, Maluku Utara, itu dikontrak satu musim dengan nilai sekitar Rp700 juta–800 juta.

Kepastian bergabungnya Poci ke Laskar Wong Kito–julukan SFC–ditegaskan Ketua Tim Lima SFC Hendri Zainuddin. Dia mengatakan, meski tidak bertemu secara langsung dengan Poci, semua hal yang terkait kepindahannya ke SFC sudah disepakati. "Saat ini Rahmat tengah berada di kampung halamannya di Ternate. Tapi, semua sudah deal melalui telepon," tutur Hendri kepada harian Seputar Indonesia kemarin.

Bahkan, sebagai bukti keseriusan manajemen, pihaknya sudah mengirimkan sejumlah dana sebagai down payment (DP) kontrak Poci. Mengenai penandatanganan kontrak kerja, hal itu akan segera dilakukan saat Poci mendarat di Palembang. "Rahmat akan segera datang ke Palembang sebelum latihan perdana digelar pada 3 Agustus mendatang," tandasnya.

Mengenai adanya pernyataan beberapa klub yang telah mencapai kesepakatan dengan Poci, Hendri tidak bersedia berkomentar banyak. "Dari pemainnya sendiri bilang belum terikat klub mana pun. Jadi, kami sah-sah saja menawar untuk merekrutnya," tutur Hendri.

Direkrutnya Poci oleh SFC memang sebagai alternatif dari dihentikannya negosiasi dengan bomber Persija Jakarta Bambang ’Bepe’ Pamungkas. Namun, bukan berarti perekrutan ini tidak memiliki arti penting. Bagaimanapun, saat ini Poci masih masuk jajaran penyerang kualitas nomor wahid di Indonesia. "Kami tidak terlalu pusing melepas Bepe karena Poci juga kualitasnya tidak kalah bagus. Lagipula, sepak bola adalah permainan tim, bukan individu," kata Hendri, yang juga anggota terpilih DPRD Kabupaten Banyuasin periode 2009–2014 itu.

Sementara itu, Poci pun mengaku senang bisa bergabung dengan tim kuat seperti SFC. Dia memilih Laskar Wong Kito karena keseriusan yang ditunjukkan manajemen tim. Selain itu, dia yakin SFC bisa menjadi favorit juara Liga Super ataupun Copa Indonesia setelah pergerakan tim ini di bursa transfer dengan menggaet pemain bintang berkualitas untuk melengkapi kekuatan pemain lama yang dipertahankan. "Masukan dari keluarga juga sangat berperan dalam pengambilan keputusan ini. Sebab, sebelumnya Persela juga sangat serius mendapatkan saya. Tapi, keluarga lebih memilih SFC untuk saya berkarier selanjutnya," tutur pemain yang dikenal ramah ini. Selamat bergabung di LaskarWong Kito, Poci! (iwan setiawan)

26 Juli 2009

Ponaryo Deal di Bandara

PALEMBANG (SI) – Satu lagi pemain buruan Tim Lima memastikan diri bergabung dengan skuad Sriwijaya FC (SFC) musim depan. Ponaryo Astaman akhirnya sepakat bermain untuk Laskar Wong Kito, julukan SFC.

Kepastian mengenai hal itu disampaikan Manajer SFC yang juga Ketua Tim Lima Hendri Zainuddin kemarin sore. Menurut Hendri, proses rekrutmen gelandang yang musim lalu membela Persija Jakarta itu memang tidak mudah dan membutuhkan waktu sangat panjang. Bahkan, beberapa waktu lalu Tim Lima sempat memutuskan mengakhiri perburuan terhadap Ponaryo. Hal itu disebabkan sang pemain melalui agennya, Eddy Syahputra, tak juga mau menurunkan nilai kontrak yang diajukan, yaitu berkisar Rp1,1 miliar untuk satu musim. Namun, karena pemain yang pernah menyandang ban kapten timnas senior itu merupakan rekomendasi pelatih Rahmad Darmawan untuk menggantikan posisi Wijay yang tidak diperpanjang kontraknya, Tim Lima meneruskan pendekatan terhadap Ponaryo. “Alhamdulillah, pendekatan intensif yang kami lakukan berbuah manis. Satu lagi pemain bintang bergabung dengan SFC. Semoga ini bisa menjadi magnet bagi pemain buruan lainnya untuk segera menyatakan kesediaannya bergabung dengan SFC,” tutur Hendri melalui ponselnya.

Hendri menerangkan, proses terjadinya kesepakatan antara Tim Lima dengan Ponaryo terbilang unik. Sebab, hal itu terjadi bukan di hotel atau markas SFC, melainkan di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Setelah mulai habis kesabarannya, Tim Lima memberikan deadline kepada trio Persija yang dibidik SFC, yaitu Bambang “Bepe” Pamungkas, Ponaryo, dan Ismed Sofyan. Namun, hingga Jumat (24/7) malam kemarin, Tim Lima belum bisa mendapat keputusan yang dinanti. Bahkan, Bepe yang meminta waktu hingga hari Senin (27/7) pun lantas dihentikan negosiasinya. “Cukup sulit kami merekrut Bepe. Selain waktu yang diminta terlalu mepet dengan persiapan, dia juga masuk daftar pemain yang dipertahankan manajemen Persija untuk musim depan. Sementara Ponaryo dan Ismed begitu tahu masuk daftar pemain yang akan dilepas, langsung merespons tawaran kami,” ujarnya.

“Bahkan, Ponaryo bersedia menurunkan nilai kontrak yang dimintanya dan sesuai standar harga yang kami alokasikan, yaitu di bawah Rp1 miliar. Sudah deal dan kami tunggu dia secepatnya ke Palembang. Sebab, siang tadi (kemarin) dia berangkat ke Balikpapan menemui keluarga besarnya terlebih dahulu,” ucap Hendri.

Mengenai Ismed dan perkembangan negosiasi pemain buruan lainnya, Hendri belum bersedia memberikan bocoran. “Nantilah, sabar saja menunggu. Untuk Ismed, bisa ya bisa tidak,” tambahnya.

Sementara itu, Rahmad menyambut baik bergabungnya Ponaryo ke dalam skuadnya untuk musim depan. Menurut RD, posisi gelandang jangkar merupakan satu peran sentral yang menghubungkan antara lini belakang dan depan sehingga peran itu harus diisi pemain dengan kualitas permainan dan skill yang mumpuni. “ Kami memang butuh pemain dengan kualitas sama atau bahkan lebih baik. Nama Ponaryo memang direkomendasikan untuk mengisi posisi itu. Dengan bergabungnya dia, berarti target membentuk tim berkualitas untuk musim depan semakin baik progresnya,” kata mantan pelatih Persipura Jayapura dan Persija Jakarta ini. (iwan setiawan)

RD Agendakan Uji Coba

PALEMBANG (SI) – Laga uji coba sebelum musim bergulir sangat dibutuhkan bagi Sriwijaya FC (SFC). Selain sebagai ajang adaptasi pemain yang baru bergabung, laga tersebut juga bisa dijadikan acuan standar permainan menghadapi kompetisi musim depan.

Pelatih SFC Rahmad Darmawan mengatakan sudah membicarakan persoalan rencana uji coba selama pramusim kepada manajemen. Tapi, hingga saat ini RD, sapaan Rahmad Darmawan, belum bisa menyampaikan jadwal mengenai waktu, tempat, maupun lawan yang akan dihadapi. “Jadwal uji coba belum disusun. Sebab, manajemen masih sibuk dengan urusan rekrutmen pemain. Tapi, rencananya nanti akan ada pertandingan yang dipersepsikan sebagai laga home dan away sehingga diharapkan pemain bisa masuk ke atmosfer pertandingan,” tuturnya.

RD menerangkan, pertandingan uji coba memiliki berbagai tingkatan. Menurutnya, di masa pramusim seperti ini pertandingan uji coba harus disesuaikan dengan beban latihan yang diberikan kepada pemain. Pelatih kelahiran Metro, Lampung, 42 tahun silam, itu menegaskan sangat tidak baik jika tim harus bertanding dengan tim-tim berat jika beban latihan diberikan sudah berat. “Jika nanti jadwal pertandingan uji coba yang disiapkan melawan tim dengan kualitas baik, intensitas latihan harus menurun menjelang pertandingan. Tapi, nantilah akan kami susun demikian rupa,” tutur RD.

Pelatih yang membawa SFC meraih juara Piala Indonesia dua tahun berturut-turut ini mengatakan latihan pada musim ini akan berbeda dengan musim sebelumnya. Karena, dari jadwal latihan perdana yang akan digelar 3 Agustus mendatang, akan segera bertemu dengan bulan puasa. Kemudian dilanjutkan pula dengan perayaan Lebaran. Meski belum memastikan jadwal uji coba, RD mengatakan akan merancang pertandingan dengan tim lokal, baik penghuni Liga Super maupun Divisi Utama. Selain itu, kemungkinan besar SFC juga akan bertemu klub mancanegara. “Mudah-mudahan ada uji coba dengan klub luar. Sudah ada beberapa klub yang menghubungi, tapi saya belum berani ekspos,” tandasnya.

Sementara itu, Manajer SFC Hendri Zainuddin mengatakan, mengenai pertandingan uji coba memang sudah masuk dalam rencana tim. Namun, untuk penyusunan jadwalnya menunggu seluruh anggota tim berkumpul dan mengikuti latihan. (iwan setiawan)

25 Juli 2009

RD Terpikat Noh Alam Shah

PALEMBANG (SI) – Sulit mendapatkan striker Singapura hasil naturalisasi Agu Casmir, manajemen Sriwijaya FC (SFC) mengalihkan bidikannya kepada ujung tombak timnas Singapura lainnya, Noh Alam Shah.

Hal itu disampaikan Pelatih SFC Rahmad ‘RD’ Darmawan saat ditemui di sekretariat SFC Kompleks Palembang Square Mall kemarin. RD mengaku dihubungi seorang agen pemain di Indonesia yang menawarkan striker timnas Singapura itu kepada SFC. Namun, mengenai tawaran itu, RD masih akan membawanya kepada manajemen terlebih dahulu. “Baru sebatas penawaran. Agen pemain itu menawarkan kepada saya beberapa nama. Jadi, saya bilang silakan masukkan penawaran resmi kepada manajemen, barulah nanti kami bahas dan putuskan penawaran itu,” ujar RD kepada harian Seputar Indonesia kemarin.

RD menilai Alam Shah merupakan striker terbaik yang dimiliki Singapura saat ini. Di luar sifat dan sikap temperamental yang kerap dia tunjukkan di lapangan, pemain kelahiran Singapura, 3 September 1980, ini memiliki kualitas permainan sangat baik. “Dia (Alam Shah) memang pemain yang bandel. Tapi, saya rasa hal itu wajar karena kalau orang memiliki keistimewaan ya memang begitu tipikalnya,” tuturnya.

Meski mengakui kualitas striker yang bermain untuk Tampines Rovers Football Club di S League ini, RD mengemukakan SFC akan menghadapi kendala jika ingin merekrut pemain ini. Sebab, Liga Super sudah bergulir awal Oktober 2009, sedangkan S League baru berakhir 4 November 2009. “Liga Singapura berakhir satu bulan sejak jadwal liga kita bergulir. Jelas ini satu masalah jika tetap ingin merekrutnya. Tapi, kita lihat saja nanti bagaimana perkembangannya,” tutur RD.

Dihubungi terpisah, Ketua Tim Lima Hendri Zainuddin, yang dikonfirmasi mengenai hal ini, mengaku belum dihubungi RD menyangkut adanya tawaran dari agen striker Singapura tersebut. Namun, Hendri mengatakan jika memang benar ada tawaran seperti itu, dirinya selaku penanggung jawab pembentukan skuad SFC musim depan menyambut baik alternatif seperti itu. Bahkan, dia menyerahkan kembali persoalan ini kepada RD selaku pelatih yang nanti akan memimpin skuad SFC. “Sebagai Ketua Tim Lima yang bertugas membentuk tim, tentu saja saya tidak bekerja sendiri. Pak RD juga masuk dalam tim yang berfungsi merekomendasikan pemain mana saja yang sesuai kebutuhan tim dan berkualitas tentunya,” sebut Hendri.

Meski tidak begitu mengetahui sepak terjang pemain dimaksud, dari beberapa informasi yang didapatkan, Hendri yakin pemain yang masuk pantauan RD adalah pemain berkualitas. Apalagi, Alam Shah memiliki paspor Singapura dimana saat ini manajemen tengah dipusingkan untuk mengisi dua kuota pemain asing asal Asia seperti yang disyaratkan Badan Liga Indonesia (BLI). “Kami memang berencana membidik dua pemain asing asal Asia. Dari pendekatan terhadap dua pemain (Ambassa Guy dan Agu Casmir) tampaknya tidak ada kemajuan. Makanya, kami sudah siapkan beberapa rencana alternatif bidikan pemain Asia, mungkin ini salah satunya,” tandas Hendri.

Alam Shah mencatatkan namanya di urutan keempat dalam daftar pencetak gol terbanyak dengan torehan 11 gol. Namun, sesuai dengan sikap bengalnya, ujung tombak andalan Tampines Rovers FC ini telah mengoleksi tiga kartu kuning dan satu kartu merah selama pertandingan yang dilakoninya musim 2009. Bahkan, pemain satu ini pernah menjadi top skor dalam ajang AFF 2007 dengan mencetak 10 gol. (iwan setiawan)