07 Mei 2008

Dishut-BPPK TAA Digeledah KPK

Pejabat Sumsel Gelar Pertemuan Mendadak

PALEMBANG (SINDO) – Sumsel benar- benar diobrak-abrik KPK. Kemarin, giliran Kantor Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel serta Badan Pengelola dan Pengembangan Kawasan Tanjung Api Api (BPPK TAA) yang digeledah tim penyidik KPK.

Sehari sebelumnya, tim penyidik KPK juga menggeledah Kantor Dinas PU Bina Marga Provinsi Sumsel dan PT Chandratex Indo Artha guna mengumpulkan bukti baru dugaan suap pengalihan hutan bakau di Banyuasin, Sumatera Selatan. Menggunakan mobil Toyota Kijang Innova hitam BG 1510 MG, tujuh anggota tim KPK mendatangi Kantor BPPK TAA dikawasan Jalan Kapten A Rivai No 408. Sekitar pukul 10.30 WIB, tim penyidik langsung masuk ruang kerja Dirut Badan Pengelola dan PengembanganKawasan TAA Sofyan Rebuin dan memeriksa berkas yang dikumpulkan dari beberapa ruang direktur. Sedikitnya terdapat tiga ruangan yang digunakan tim KPK tersebut dalam melakukan pemeriksaan berkas dan saksi. Selain ruangan dirut, tim juga menggunakan ruangan bagian umum dan ruangan direktur usaha. Di mana salah seorang anggota tim mengambil keterangan secara empat mata dengan Sofyan Rebuin. Tidak diketahui secara pasti apa yang dibicarakan tim KPK kepada mantan Sekda Provinsi Sumsel tersebut karena ruangan tertutup rapat.

Sementara di ruangan bagian umum, tampak empat anggota tim yang lain sibuk melihat tumpukan berkas yang dikumpulkan sebelumnya dan mendokumentasikannya melalui handycam. Sekitar pukul 12.15 WIB, anggota tim KPK yang mewawancarai Sofyan Rebuin keluar dari ruangan. Tidak lama berselang, Sofyan terlihat ikut keluar. Dicecar wartawan mengenai isi pemeriksaan, Sofyan mengatakan, pertanyaan yang diajukan tidak jauh soal pembebasan lahan untuk pembangunan Pelabuhan Samudra TAA. Mengenai penggeledahan kantornya, Sofyan menjawab, itu memang sudah menjadi wewenang KPK untuk mengumpulkan bukti. Akan tetapi, dia mengaku tidak mengetahui data apa saja yang dikumpulkan tim KPK karena sejak tim datang, dia langsung menjalani pemeriksaan. ”Begitu datang, mereka langsung masuk ruang kerja saya dan beberapa ruang lain. Data apa yang diambil saya tidak tahu, tanya saja sama mereka (KPK),” ucapnya singkat.

Karena terus didesak wartawan, akhirnya Sofyan memilih kembali masuk ke ruangan di mana dia diperiksa sebelumnya. Bahkan, diduga karena emosinya yang memuncak, Sofyan sempat menepukkan tangannya sebanyak dua kali dengan wajah kesal. Lalu, dia pun meminta stafnya untuk menutup pintu ruangan tersebut.

Dari pemeriksaan yang berlangsung sekitar tujuh jam tersebut, tim berhasil mengamankan dan membawa berkas menggunakan satu kardus, dua tas besar, empat tas ukuran kecil, dan dua kantong plastik yang berisikan map dan kertas yang diduga dokumen penting terkait kasus yang sedang didalami KPK.

Sebelumnya, Sekda Musyrif Suwardi, Kepala Dinas Kehutanan Dodi Supriadi, dan Wakadis PU Bina Marga Heldi Sabri menemui Wagub Mahyuddin NS yang baru saja tiba dari Jakarta. Diduga pertemuan yang berlangsung tertutup tersebut membahas penggeledahan tim KPK di beberapa kantor dinas terkait dugaan suap alih fungsi lahan bakau di Banyuasin. Akan tetapi, Kadishut Dodi Supriadi yang ditemui wartawan sekeluarnya dari ruangan Wagub, tidak mau berkomentar apa-apa. Bahkan dengan langkah cepat, Dodi menghindar dari wartawan dan langsung menuju mobil Panther merah B 1222 yang membawanya pergi.

Sekda Provinsi Sumsel Musyrif Suwardi ditemui di kantor gubernur kemarin mengatakan, pertemuan di ruang Wagub kemarin hanyalah koordinasi tugas biasa dan tidak ada kaitannya dengan pemeriksaan tim KPK. Ditanya apakah tim KPK sudah ”permisi” untuk memeriksa kantor dinas dan pejabat Pemprov Sumsel, Musyrif mengungkapkan tidak pernah ada pengajuan izin pemeriksaan tersebut. Sebab, menurutnya, pemeriksaan untuk memperoleh suatu bukti merupakan kewenangan bagi lembaga KPK. ”Saya nggak tahu ada (pengajuan) izin (pemeriksaan), ya belum ada. Kan KPK nggak perlu koordinasi untuk memeriksa,” katanya.


Dinas Kehutanan Ikut Digeledah

Pemeriksaan dan penggeledahan guna mencari bukti baru juga berlangsung di Kantor Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel. Tim penyidik KPK tiba di Kantor Dinas Kehutanan sekitar pukul 11.00 WIB dengan mengendarai Kijang Innova BG 2400 NN. Setibanya di lokasi, tim KPK yang berjumlah enam orang tersebut langsung menjalankan tugasnya di ruang kerja Kepala Dinas Kehutanan Dodi Supriadi. Pada saat melakukan penggeledahan, kepala dinas sedang berada di kantor gubernur. Setelah melakukan penggeledahan di ruangan kepala dinas, tim penyidik KPK kemudian menggeledah ruang Kabag TU.

Selanjutnya, tim bergerak ke ruangan Kasubag Keuangan. Di tempat tersebut tim melakukan pencarian berkas dan dokumen penting yang terkait kasus alih fungsi lahan TAA. Pada pukul 14.00 WIB, tim keluar ruangan, kemudian memasuki ruangan Kasubdin Intag (Inventarisasi dan Tata Guna Hutan) dan melakukan proses yang sama, sampai pukul 16.00 WIB tim meninggalkan ruangan dan berkumpul di ruangan Kadishut, dan terlihat memeriksa serta memilah dengan sangat teliti.

Wakil Kepala Dinas Kehutanan (Wakadishut) Inwarman Aswarie yang ditemui wartawan di sela pemeriksaan KPK mengatakan, pihaknya terbuka dengan pemeriksaan KPK. ”Kita welcome, silakan saja diperiksa sesuai aturan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Inwarman melanjutkan, sejauh ini tim telah memeriksa empat ruangan, yakni ruangan kerja Kadis, Kabag TU, Kasubag Keuangan, dan Kasubdin Intag. Namun, dia membantah ruangannya ikut diperiksa karena kedatangan KPK ke ruangannya untuk menunjukkan surat tugas KPK terkait pemeriksaan yang dilakukan di Dishut. ”Saya tidak hafal berapa instansi yang diperiksa, tetapi di dalamnya ada Dishut,” ungkapnya.

Kemudian, lanjut Inwarman, sejauh ini dari keempat ruangan yang diperiksa, belum ada dokumen atau arsip yang disita. ”Kalau ada yang disita, tentu kita tahu karena ada laporannya,” ujarnya. (iwan s/muhlis/hengky c)

05 Mei 2008

Terbakar



Aktivitas di Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan Sekayu terhenti sejak kemarin siang. Pasalnya, meteran listrik di kantor tersebut terbakar dan belum bisa diperbaiki.

publikasi : sindo sumsel; selasa 6 mei 2008; halaman 16

03 Mei 2008

Rawan kecelakaan


Salah satu titik ruas Jalan Betung-Sekayu yang mengalami kerusakan parah. Jalan berlobang dan aspal jalan mengelupas. Selain menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pengendara juga dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Ironisnya, warga sekitar malah menarik pungutan liar (pungli) di jalan itu sehingga berpeluang menimbulkan tindak kejahatan, seperti kejadian perampokan truk bermuatan karet beberapa hari lalu di jalan tersebut.

publikasi : sindo sumsel; minggu 4 mei 2008; halaman 13

02 Mei 2008

Pemain SYSA Lolos Seleksi Pelita Jaya Purwakarta

KEBERHASILAN PEMBINAAN OLAHRAGA DI KABUPATEN MUBA

Tiga pemain SYSA lolos seleksi Tim U-21 Pelita Jaya Purwakarta, yakni Periansyah Mas’ud, Firmanto, dan Angga Murina (kiri ke kanan).

Bermain untuk klub besar dan dikontrak secara profesional merupakan keinginan setiap pemain bola junior. Namun, untuk mencapainya tidak mudah. Halangan dan rintangan menanti demi menggapai keinginan tersebut. Apalagi, jika keinginan tersebut muncul dari anak kampung yang tinggal di pelosok daerah terpencil. Tentu cita-cita itu bisa saja dipandang sebelah mata oleh para pengurus klub. Tetapi, hal itu tidak menjadikan tiga mantan punggawa PS Muba U-18 menyerah begitu saja dalam menggapaiimpian mereka.

Sejak awal Maret 2008 lalu, mereka mengadu bakat dan keterampilan dalam ajang seleksi Tim U-21 klub peserta Liga Super Pelita Jaya Purwakarta di Kompleks Olahraga Sawangan, Bogor. Hasilnya, dari sekitar 600pesepak bola muda yang menunjukkan kemampuan masing-masing secara langsung di hadapan pelatih sekaligusmanajer teknik Pelita Jaya Fandi Ahmad, ketiga pemain Sekayu Youth Soccer Academy (SYSA), yaitu Firmanto, 18, Angga Murina, 18, dan Periansyah Mas’ud, 17, tetap bertahan hingga terbentuk tim bayangan U-21 Pelita Jaya yang berjumlah 29 orang. Tentu hal ini merupakanprestasi dan kebanggaan tersendiri. Bukan hanya bagi ketiga pemain muda itu, melainkan juga bagi pelatih dan rekan-rekannya di SYSA.

“Dengan lolosnya mereka, membuat pelatih dan pengurus SYSA bangga karena kualitas anak didik kami bisa bersaing dengan talenta-talenta muda lain di tingkat nasional,” ujar Head Coach SYSA Kashartadi.

Firmanto, yang berposisi sebagai wing back kanan, mengaku sangat bersyukur bisa lolos sampai sejauh ini dalam seleksi Tim U-21 Pelita Jaya. Menjadi pemain bola profesional memang sudah menjadi cita-cita anak kelima dari enam bersaudara pasangan Ponijan dan Kamsiah itu. Sebab itu, ketika SYSA didirikan tiga tahun lalu, diapun ikut seleksi dan lolos menjadi anggota SYSA. Akan tetapi, karier bolanya sempat terhambatkarena cedera engkel yang dideritanya ketika menghadapi Persib Bandung U-18 dalam gelaran Piala Suratin tahun 2007 lalu. Namun, berkat keinginan kuat dari pemain yang mengidolakan pemain Persija Jakarta Ismed Sofyan itu, dia berhasil bangkit dan sembuh cepat dari cederanya.

Senada dengan Firmanto, stopper andalan PS Muba U-18 Angga Murina mengatakan, keberhasilan mereka saat ini tidak terlepas dari dukungan semua pihak. Besarnya perhatian Pemkab Mubamelalui pendirian SYSA menjadi hal yang disyukurinya.(iwan setiawan)

foto : iwan setiawan

publikasi : sindo sumsel; sabtu 3 mei 2008; halaman 16

29 April 2008

Penertiban


Lima wanita yang diduga melakukan praktik prostitusi diamankan Polisi Pamong Praja Pemkab Muba. Kelimanya tertangkap tangan oleh petugas yang berpatroli di sekitar wilayah Kota Sekayu, persisnya di beberapa warung minum di sekitar Terminal Randik, Sekayu. Saat ditangkap, kelimanya sedang asyik menemani beberapa laki-laki yang sedang menenggak minuman keras.

publikasi : sindo sumsel; rabu 30 april 2008; halaman 20