25 Juli 2009

SFC Target Juara Liga Antarpulau

PALEMBANG (SI) – Sebanyak 18 klub peserta Liga Super musim 2009-2010 akan saling bertemu lebih awal dalam ajang pramusim yang digagas Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dengan tajuk Turnamen Liga Antarpulau akhir Agustus 2009.

Sekretaris Umum PSSI Sumsel Syamsuramel mengatakan, turnamen ini akan digelar sebelum Kompetisi Liga Super musim kompetisi 2009-2010 bergulir. Menurutnya, turnamen ini baru pertama kali digelar di Indonesia. Konsep turnamen ini dibuat menyerupai Piala Konfederasi yang digelar di saat musim libur kompetisi. “Klub-klub peserta liga kan butuh ajang pemanasan sebelum memasuki pertandingan liga. Turnamen ini dibuat untuk mengakomodasi kebutuhan itu,” ujarnya.

Menurut Ramel, sapaan Syamsuramel, peserta turnamen merupakan seluruh peserta Liga Super musim 2009-2010. Selain SFC, akan ada Persipura Jayapura, Persiwa Wamena, Persib, Persija Jakarta, Persijap Jepara, Persik Kediri, Persela Lamongan, PSM Makassar. Kemudian Pelita Jaya FC, Arema Malang, Persiba Balikpapan, Persita Tangerang, dan Persitara Jakarta Utara. Tim-tim itu akan ditambah empat klub promosi, yaitu PSPS Pekan Baru, Persema Malang, Persisam Samarinda, dan Persebaya Surabaya.

Sementara itu, sistem pertandingan akan digelar dengan sistem tuan rumah. Selain sebagai upaya efisiensi, keputusan ini diambil karena sempitnya waktu pelaksanaan yang kurang dari satu bulan. “Berbeda dengan sistem Kompetisi Liga Super yang menggelar pertandingan home and away, Liga Antarpulau ini hanya digelar di beberapa kota,” paparnya.

Untuk babak pertama atau penyisihan grup yang akan bertindak sebagai tuan rumah adalah klub-klub promosi sehingga pertandingan hanya akan dikonsentrasikan pada empat kota, yaitu Pekan Baru, Surabaya, Samarinda, dan Malang. Dari 18 klub tersebut akan dibagi dalam enam grup, yang terdiri masing-masing tiga klub. Barulah untuk mempertandingkan pemenang setiap grup dipilih lagi kota penyelenggara.

Sementara itu, Pelatih SFC Rahmad Darmawan menyambut baik digelarnya Turnamen Liga Antarpulau. Dengan turnamen pramusim ini bisa dijadikan ajang uji coba kemampuan skuad bentukan untuk musim depan sehingga kekurangan di berbagai lini yang diketahui dalam pertandingan tersebut bisa segera dibenahi sebelum musim bergulir. “Turnamen ini bisa dijadikan ajang menilai kekuatan dan kekurangan tim kami dan tim lawan peserta Liga Super. Mengenai target, ya setiap tim tentu ingin menjadi yang terbaik (juara). Tentu, semua itu butuh usaha keras dan kekompakan tim,” tutur Rahmad. (iwan setiawan)

24 Juli 2009

Hendri Resmi Ganti Bariyadi

PALEMBANG (SI) – Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainuddin secara resmi memegang posisi rangkap sebagai manajer Sriwijaya FC (SFC) musim depan. Keputusan itu diambil sesuai hasil rapat dewan direksi SFC yang berlangsung di Jakarta, Rabu (22/7).

Direktur Keuangan PT SOM Roliansyah Basnan menyatakan, seluruh direksi PT SOM menghadiri rapat yang digelar di Hotel Grand Melia, kecuali Wakil Direktur Utama MC Bariyadi dan Komisaris Utama Mudai Madang. Menurut Yan, sapaan Roliansyah Basnan, selain bertemu untuk membicarakan urusan transfer beberapa pemain buruan, rapat tersebut juga membahas persoalan tim SFC ke depan. Salah satunya adalah penunjukan manajer yang mengurus operasional tim SFC. ’’Akhirnya direksi menyepakati untuk memberikan kepercayaan kepada Hendri Zainuddin sebagai manajer SFC musim depan. Sementara manajer tim sebelumnya Bariyadi tetap menduduki posisi wakil dirut,” ujarnya kemarin.

Alasan jajaran direksi menunjuk Hendri sebagai manajer SFC karena mereka melihat kiprah yang bersangkutan selama ini bersama SFC. Hendri dinilai telah menguasai dan memiliki pengalaman. ’’Yang jelas, belakangan ini Hendri yang full time mengikuti perkembangan SFC. Dia punya banyak waktu di antara sekian direksi yang ada untuk mengurus tim ini. Jadi, kami yakin atas penunjukan ini karena sudah berdasarkan pertimbangan matang,” paparnya.

Sekretaris PT SOM Faisal Mursyid mengatakan, pengangkatan Hendri Zainuddin sebagai manajer sesuai SK No 16/PTSOM/VII/2009 tanggal 23 Juli 2009 ditandatangani langsung Direktur Utama PT SOM Dodi Reza Alex. Menurut Faisal, dalam SK tersebut terdapat ketentuan bahwa manajer memiliki wewenang membentuk tim ofisial untuk memperlancar tugas seorang manajer dalam mengurus tim.

Sementara itu, Hendri Zainuddin yang ditemui kemarin menyatakan sudah menerima keputusan manajemen ini. Meski baru menerima SK, Hendri langsung bergerak cepat menyusun tim ofisial SFC untuk musim depan. Seperti halnya meniadakan dokter di tim fisioterapi. ’’Kalau memang ada pemain atau anggota tim yang sakit dan membutuhkan perawatan dokter maka akan langsung dirujuk ke rumah sakit,” tuturnya.

Meski melakukan efisiensi dan efektivitas peran ofisial SFC ke depan, Hendri masih mempertahankan susunan ofisial musim lalu, seperti masseur masih dipercayakan kepada Udin dan Umar, perlengkapan diserahkan kepada trio Hambali, Untung, dan Sodikin, serta fisioterapi akan ditangani Encu Widjaya. ’’Mengenai wakil manajer dan sekretaris tim masih akan dipertimbangkan lebih dahulu. Kemungkinan besar Pak Bakti Setiawan yang akan menjabat posisi itu,” ujar anggota terpilih DPRD Kabupaten Banyuasin periode 2009–2014.

Mengenai target yang dibebankan direksi agar SFC kembali meraih double winner, Hendri menjawabnya dengan penuh keyakinan bahwa hal itu sangat mungkin dicapai. (iwan setiawan)

Bepe Lepas, Bidik Rahmad Rivai

PALEMBANG (SI) – Hasrat manajemen Sriwijaya FC (SFC) mendapatkan striker timnas dan Persija Jakarta Bambang ‘Bepe’ Pamungkas tampaknya harus diakhiri. Sebab, hingga kini Bepe belum memberi sinyal positif untuk bergabung dengan Laskar WongKito, julukanSFC.

Ketua Tim Lima Hendri Zainuddin mengatakan, perkembangan terakhir seputar rencana transfer trio Persija ke SFC berlangsung kurang baik. Padahal, manajemen sudah memberikan deadline kepada tiga pemain buruannya itu. Namun, hingga kini hanya dua pemain yang memberikan respons positif untuk segera bergabung dengan tim asuhan Rahmad Darmawan itu. “Kemungkinan besar dari tiga pemain Persija yang kami bidik hanya Ponaryo (Astaman) dan Ismed (Sofyan) yang bisa bergabung ke SFC. Sementara untuk Bepe, kemungkinan besar akan kami lepas,” tutur Hendri yang ditemui di Sekretariat SFC Kompleks Palembang Square Mall kemarin sore.

Menurut Hendri, sebenarnya Bepe masih mempertimbangkan tawaran SFC. Dia meminta waktu hingga Senin (27/7) untuk memberikan keputusan. Namun, Tim Lima menilai waktu yang diminta Bepe terlalu lama. “Setelah kami melepas Bepe, sasaran kami adalah striker yang musim lalu memperkuat Persitara Jakarta Utara, yakni Rahmad ‘Poci’ Rivai. Yang bersangkutan sudah kami hubungi dan responsnya positif untuk bergabung dengan SFC,” kata Hendri.

Meski mengisyaratkan akan melepas perburuan terhadap Bepe, Tim Lima akan berupaya keras mendaratkan gelandang Ponaryo dan wing back Ismed ke Palembang. Pasalnya, kedua pemain itu memang sangat dibutuhkan untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Wijay dan Christian Warobay yang kontraknya tidak diperpanjang. “Mudah-mudahan kedua pemain ini bisa segera bergabung dengan kami. Karena, negosiasi mengalami kemajuan yang menggembirakan, salah satunya mereka bersedia menurunkan harga kontrak yang sebelumnya di atas dana yang kami sediakan,” tuturnya.

Sementara itu, meski sudah tidak muda lagi, Poci ternyata masih diminati banyak klub Tanah Air. Bahkan, beberapa hari lalu klub peserta Liga Super Persela Lamongan mengklaim bahwa striker yang musim lalu mengemas 12 gol di Liga Super dan 7 gol di Piala Indonesia bersama Persitara itu akan segera bergabung dengan Laskar Joko Tingkir, julukan Persela.

Nama Poci mencuat ketika dua musim memperkuat tim tanah kelahirannya, Persiter Ternate. Bahkan, dia juga pernah mencatatkan diri sebagai runner-up top skor di Liga Indonesia musim 2005/2006. (iwan setiawan)

23 Juli 2009

Deadline Trio Persija

PALEMBANG (SI) – Trio Persija Bambang ’Bepe’ Pamungkas, Ponaryo Astaman, dan Ismed Sofyan diberi deadline hingga hari ini untuk menentukan sikap apakah akan bergabung dengan SFC atau tidak.

Ketua Tim Lima Hendri Zainuddin mengatakan, manajemen mulai kesal dengan sikap trio Persija yang terus mengulur waktu dalam memberi keputusan mengenai kepindahan mereka ke Sriwijaya FC (SFC). Sebab, sejak SFC menyatakan tertarik meminang ketiganya, para pemain tersebut justru tidak tegas menyatakan bersedia bergabung ataupun menolak tawaran SFC. ’’Manajemen akan bertindak tegas. Paling lambat Kamis (23/7) nanti mereka harus menyampaikan keputusannya. Jika memang mereka mau bergabung dengan SFC, ya oke. Tapi kalau tidak, ya sudah. Kami cari pemain lain,” ucap Hendri dengan nada tinggi.

Menurut anggota terpilih DPRD Kabupaten Banyuasin periode 2009–2014 ini, jika negosiasi trio Persija ini batal, manajemen akan mengalihkan sasaran ke gelandang serang timnas yang musim lalu merumput bersama klub Pelita Jaya Firman Utina dan striker Persitara Rahmat Rivai yang sudah masuk bidikan tim lima sebagai alternatif macetnya negosiasi Bepe. ’’Kami berusaha mendatangkan pemain dengan kualitas dan sikap yang bagus, baik ketika di lapangan maupun di luar lapangan. Kalau memang dengan trio Persija negosiasi macet, kami akan segera buka negosiasi dengan Firman (Utina) dan Rahmat (Rivai),’’ tuturnya.

Pelatih SFC Rahmad Darmawan yang ditemui di Sekretariat SFC kemarin mengatakan, perburuan terhadap trio Persija masih terus berjalan. Namun, RD meminta sedikit waktu untuk memastikan bergabungnya ketiga pemain tersebut ke dalam skuad SFC. Jika negosiasi ketiga pemain berlabel timnas itu gagal, masih ada beberapa alternatif pemain lain yang diincar manajemen. ’’Kami akan terus berusaha mewujudkan transfer pemain yang kami bidik ke Palembang secepatnya,” ujar pelatih kelahiran Metro, Lampung, 42 tahun silam ini.

Mengenai adanya deadline dari manajemen terhadap pemain buruan disambut baik oleh RD. Menurut RD, tentu manajemen tidak ingin terlalu lama menunggu keputusan sang pemain. ’’Inilah seninya memburu pemain, terkadang terjadi tarik ulur sehingga waktunya menjadi sedikit molor,” tutur pelatih yang dikontrak manajemen SFC untuk dua musim ke depan.

Meskipun, nantinya pemain yang mengisi timnya belum lengkap pada latihan perdana 3 Agustus mendatang. RD menegaskan akan tetap menjalankan rencana kerja yang telah disusunnya. Dia mengungkapkan, selama berjalannya proses latihan itulah nantinya para pemain lama yang dipertahankan ataupun pemain baru yang direkrut dari tim lain satu per satu datang dan melengkapi tim. ’’Saya sendiri yakin 3 Agustus nanti para pemain tidak akan lengkap,” tuturnya.

’’Mengingat kami baru memberi izin kepada pemain asing (Zah Rahan, Keith Kayamba Gumbs, dan Richard Anoure Obiora) untuk liburan dan mereka berangkat ke negara masing-masing, Kamis (16/7), dengan izin total empat minggu. Jadi, kemungkinan pemain asing kami baru kembali ke Palembang pada 15 Agustus. Tapi, pemain lain tetap akan menjalani latihan perdana tanggal 3 Agustus. Berapa pun (jumlah) pemain yang ada, kami akan memulai latihan,” tandas RD.

Pelatih yang mengantarkan SFC meraih double winner musim 2007-2008 dan Piala Indonesia 2008-2009 ini mengatakan, dari skuad lama SFC ada 15 nama yang direkomendasikan RD kepada manajemen untuk dikontrak kembali. Secara prinsip, para pemain itu sudah mencapai kesepakatan dengan SFC. Namun mengenai aspek legalisasinya, RD menyerahkan hal itu kepada manajemen. ’’Ya kami harapkan manajemen secara cepat menindaklanjuti hal ini karena pemain juga butuh suatu perjanjian hitam di atas putih,” katanya.

Dihubungi terpisah, Direktur Utama PT Persija Jaya Bambang Sucipto menyatakan bahwa saat ini pihaknya tengah berupaya menata kembali Persija menjadi klub profesional yang tidakm menggantungkan hidupnya terhadap dana APBD. ’’Mengenai pemain, saat ini kami bebaskan mereka memilih klub yang ingin mengontrak mereka. Sebab, kami masih menunggu deal dengan Pelatih Portugal Rafael Gomes. Kalau dia resmi menangani Persija, barulah nanti rekomendasi mengenai siapa yang dipertahankan atau tidak akan ketahuan,” tuturnya. (iwan setiawan)

Komdis Panggil Panpel SFC

PALEMBANG (SI) – Investigasi seputar insiden mogok main tim Persipura Jayapura ketika melawan Sriwijaya FC (SFC) pada final Piala Indonesia, 28 Juni lalu, terus berlanjut. Setelah memanggil tim Persipura, kali ini giliran Panitia Pelaksana Pertandingan (Panpel) Lokal Palembang yang dimintai keterangan.

Surat undangan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia(PSSI) bernomor 1570/UDN/710/VII-09 yang ditujukan kepada Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Lokal Palembang itu diterima Sekretaris Perusahaan PT Sriwijaya Optimis Mandiri Faisal Mursyid. Menurut Faisal, dalam surat tersebut dicantumkan perihal pemanggilan untuk memberikan keterangan tentang peristiwa pada pertandingan Persipura Jayapura melawan SFC pada 28 Juni 2009. Sebenarnya yang dipanggil adalah perwakilan kedua tim yang berlaga di ajang puncak turnamen prestisius di Indonesia tersebut. Namun, karena pihak SFC menjadi tuan rumah pada perhelatan itu, maka panpel pertandingan yang akan memenuhi undangan Sidang Komisi Disiplin (Kondisi) PSSI tersebut.

Faisal mengatakan, awalnya pemanggilan dijadwalkan pada Rabu (22/7). Namun, pertemuan tersebut diundur satu hari menjadi Kamis (23/7) hari ini. ’’Tidak tahu juga alasan pengunduran itu. Tapi yang jelas tempat dan waktu pertemuannya tidak berubah, hanya harinya yang diundur,” ujarnya seraya menunjukkan faksimile undangan dari PSSI tersebut.

Ketika dihubungi harian Seputar Indonesia, Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Lokal Palembang gelaran Final Piala Indonesia 2009 Rizal Abdullah mengaku telah berada di Jakarta sejak kemarin. Namun karena jadwal pertemuan diundur, dia pun memperpanjang masa kunjungannya di Jakarta. Rizal yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya (PU CK) Provinsi Sumatera Selatan ini mengaku belum mengetahui materi yang akan ditanyakan Komdis PSSI. Namun dari informasi yang berkembang, hal yang akan ditanyakan tidak jauh dari membeludaknya jumlah penonton kala itu. ’’Terus terang saya juga belum tahu pasti apa yang akan ditanyakan. Sebab, mengenai insiden mogok main Persipura saya rasa media dan masyarakat sudah menyaksikan dan bisa memberikan penilaian sendiri. Kalau soal penonton, kan bisa dilihat sendiri,” ujarnya. (iwan setiawan)